WATAMPONE– Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Bone menerapkan kebijakan baru dengan membatasi jumlah peserta didik untuk program kesetaraan Paket B dan Paket C. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar serta memastikan efektivitas pendampingan bagi para warga belajar.
Pihak pengelola SKB menyadari bahwa rasio antara tenaga pengajar dan jumlah siswa harus tetap proporsional. Oleh karena itu, institusi ini kini menetapkan kuota khusus agar sarana prasarana yang tersedia dapat menampung peserta secara optimal tanpa mengurangi kenyamanan belajar.
Menjaga Standar Kualitas Pendidikan Non-Formal
Kepala SKB Bone menekankan bahwa pendidikan kesetaraan wajib memiliki standar kualitas yang setara dengan pendidikan formal. Selain itu, pembatasan ini juga mempermudah pihak sekolah dalam memverifikasi data administrasi peserta didik agar terhindar dari kendala data ganda pada sistem Dapodik.
Panitia penerimaan siswa baru melakukan seleksi lebih ketat bagi calon peserta yang ingin mendaftar tahun ini. Sebab, integritas dan keseriusan belajar menjadi kriteria utama bagi kemajuan pendidikan bagi warga Bone sendiri. Berikut adalah rincian fokus pembatasannya:
Baca juga:Motor Balap Liar di Enrekang Terjaring Razia

| Kategori Program | Status Kuota |
| Paket B (SMP) | Terbatas (Sesuai Kapasitas Kelas) |
| Paket C (SMA) | Seleksi Ketat (Prioritas Usia Sekolah) |
| Fasilitas | Ruang Belajar & Lab Komputer |
| Tenaga Pengajar | Tutor Bersertifikasi Kompetensi |
Optimalisasi Ruang Belajar dan Tutorial
Selanjutnya, SKB Bone akan mengarahkan calon peserta yang tidak tertampung ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) terdekat lainnya. Sinergi antarlembaga pendidikan non-formal ini sangat penting agar setiap warga tetap mendapatkan hak akses pendidikan meskipun kuota di SKB sudah penuh.
Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap upaya perbaikan mutu pendidikan non-formal di wilayah tersebut. Oleh sebab itu, manajemen SKB berkomitmen untuk terus memperbarui kurikulum agar para lulusan memiliki daya saing yang tinggi di dunia kerja maupun jenjang pendidikan lanjutan.
Sebagai penutup, proses pendaftaran akan berakhir segera setelah kuota kelas terpenuhi secara merata. Setelah itu, para peserta yang telah resmi terdaftar akan mengikuti masa orientasi untuk mengenal sistem pembelajaran mandiri dan tutorial yang berlaku di SKB Bone.